Religi  

Pilihan Allah SWT Itu Pasti Baik, Termasuk Istri Suka Ngomel, Kata Gus Baha

MZAW.icwpost.id
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau dikenal dengan Gus Baha menegaskan dalam ceramahnya bahwa setiap pilihan Allah SWT itu pasti baik. Umat Muslim hanya perlu berdoa dan bertindak tanpa berlebihan memikirkan apa yang ada di dunia ini.

Gus Baha merupakan salah satu pendakwah yang memberi perumpaan dengan lebih mudah dipahami. Sering kali Guus Baha juga menyelipkan humor yang membuat pendengar dakwahnya tertawa.

Salah satunya kini tentang ceramah yang tayang di channel youtube Eling Gusti. Video yang diunggah  berjudul “Yang Terbaik adalah Pilihan Allah”.

Gus Baha mulai resah dengan apa yang terjadi di dunia. Banyak orang kini sudah berani “mendikte” Allah SWT ketika diberikan sebuah kegagalan atau doanya belum dikabulkan dengan cepat.

“Sesuatu yang dikehendaki Allah itu pasti baik-baik saja,” kata Gus Baha dalam suara video tersebut.

Gus Baha kemudian memberikan contoh pada zaman nabi, ketika Nabi Musa berperang melawan Firaun. Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT agar bisa mengalahkan Firaun. Hal ini terdapat dalam surat Yunus ayat 88-89, seperti berikut ini:

Wa qalaa musaa rabbanaa innaka aataita fir’auna wa mala`ahu znataw wa amwaalan fil-hayaatid-dun-yaa, rabbanaa liyudillu ‘an sabilik, rabbanatmis ‘alaa amwaalihim wasydud ‘alaa qulubihim fa laa yu`minu hattaa yarawul-‘azaabal-alm

Qala qad ujibad da’watukumaa fastaqimaa wa laa tattabi’aanni sabilallazina laa ya’lamun

artinya:

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”.

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”.

Gus Baha menjelaskan dari pengalaman ini bahwa Nabi Musa saja membutuhkan waktu 40 tahun agar doanya, untuk mengalahkan Firaun, dikabulkan. Sementara pada zaman sekarang, umat Muslim mulai gundah ketika doanya tak kunjung dikabulkan.

“Kegagalan itu tidak lagi dianggap hikmah, tapi dianggap masalah. Dulu itu tidak, para nabi itu berdoa, seperti nabi Musa berdoa itu baru dikabulkan 40 tahun. Nabi Musa mengalahkan Firaun itu menunggu sampai 40 tahun. tarung kalah tarung kalah, biasa itu bagi para nabi,” kata Gus Baha dalam ceramah tersebut.

Gus Baha pun kemudian mengajak para umat Muslim untuk menikmati hidup dengan lebih rileks. Lagi-lagi, Gus Baha menekankan bahwa di setiap peristiwa pasti ada hikmah yang bisa diambil.

Kini, Gus Baha memberi contoh yang membuat tertawa. Contoh itu ketika seorang lelaki memiliki istri yang senang marah-marah. Hikmah dari hal ini adalah, sang suami tak perlu susah payah mendapat pahala, namun hanya cukup dengan sabar.

“Jika anda menjadi seorang laki-laki yang dimarahi istri terus, itu bagus, orang seperti anda itu bisa apa ketika rukun, ketika harmonis itu bisa toh mengajak ke mall? menyenangkan istri dengan membelikan Ferrari? tidak bisa, satu-satunya pahala yang bisa kamu dapatkan itu dari sabar, sudah itu menjadi jalur jadi wali, lewat jalur dimarahi istri,” tutur Gus Baha yang kemudian diikuti tawa para hadirin dalam ceramah tersebut.

Gus Baha pun ingin para umat Muslim untuk berserah kepada Allah SWT. Umat Muslim hanya perlu beribadah, berdoa dan melakukan usaha untuk apa yang menjadi doanya. Lagi-lagi, tentang hal ini, Gus Baha memberi contoh yang lucu, dari pengalaman hidupnya.

“Bapak saya dulu memberi contoh begini, dulu mobil mewah itu BMW, ada orang punya mobil mewah BMW, kita ikut mikir, itu pajaknya berapa, kalau bannya rusak gantinya berapa, spionnya berapa, loh tidak memiliki kok ikut mikir? itu bodoh atau tidak? bodoh kan? nah dunia itu sama, dunia itu milik Tuhan, tidak ikut memiliki kok ikut mikir, ya sudah, dunia itu berikanlah kepada yang punya, yaitu Allah Ta’ala,” ucap Gus Baha. (Red01/ril)