Religi  

Perjalanan Menegangkan Manusia Setelah Kiamat Hingga Hari Pembalasan

MZAW.icwpost.id

Manusia akan mati. Kematian disebut juga dengan kiamat. Sementara, kiamat ada dua macam yakni, kiamat kubra dan sugra.

Kiamat kubra adalah kehancuran total peradaban dunia dan matinya seluruh makhluk. Sementara, kiamat sugra adalah matinya makhluk baik satu per satu maupun secara massal. Misalnya, karena bencana.

Setelah mati, manusia memasuki alam barzakh hingga tibanya kiamat kubra. Usai kiamat kubra, maka perjalanan manusia berlanjut, hingga hari pembalasan atau penentuan, apakah masuk surga atau neraka.

Orang yang baik akan masuk ke surga. Sementara, manusia kufur akan dimasukkan ke neraka yang berkobar lagi menakutkan.

  1. Alam Barzakh (alam kubur)

Alam barzakh yang dikenal dengan alam kubur yang merupakan pintu gerbang menuju akhirat atau batas antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam kubur manusia akan bertemu, ditanyai, dan diperiksa oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala amal perbuatannya ketika menjalani kehidupan di dunia.

  • Yaum al-Ba’ats (hari dibangkitkan dari kubur)

Pernahkan kamu melihat benih kecil yang tumbuh di atas tanah? Begitulah kelak Allah Swt. akan membangkitkan kembali seluruh manusia yang telah mati dari alam kubur. Peristiwa itu dinamakan yaumul ba’ats.

Yaumul ba’ats adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju ke padang mahsyar. Kebangkitan manusia ini akan terjadi setelah ditiupkan sangkakala yang kedua oleh Malaikat Israil. Seluruh manusia mulai zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir bangkit dari kubur.

  • Yaum al-Hasyr/Mahsyar (hari berkumpul di padang mahsyar)

Setelah bangkit dari kubur, lalu manusia berkumpul di padang Mahsyar, bagaimana keadaan manusia ketika di padang Mahsyar

Pada yaumul mahsyar ini pula manusia menerima catatan amalnya selama hidup di dunia, baik amal yang buruk maupun amal yang baik. Seluruhnya tercatat secara rinci.

Orang yang beriman dan beramal saleh mereka merasa gembira melihat catatan amalnya. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat dan kerusakan ketika hidup di dunia akan menerima catatan amalnya dengan perasaan sedih serta penuh dengan penyesalan.

Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan karena segalanya sudah terjadi. Pada hari itu orang yang tidak beriman sungguh telah putus harapannya karena pertolongan Allah Swt. sudah tidak mungkin lagi datang kepadanya. Sebaliknya bagi orang-orang yang beriman penantiannya di Padang Mahsyar adalah penantian yang penuh harapan akan pertolongan Allah Swt.

  • Yaum al-Mizan/al-Hisab (hari perhitungan amal)

Yaum al-Mizan adalah hari ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan alasannya masing-masing. Yaum al-Mizan ini disebut juga dengan Yaum al-Hisab, yaitu hari diperhitungkannya seluruh amal perbuatan manusia, baik amal yang baik maupun amal yang buruk.

Pada hari itu manusia akan menerima balasannya masing-masing berdasarkan keadilan dari Allah Swt. Setelah seluruh manusia sampai di Padang Mahsyar, seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia akan dihitung atau ditimbang. Setelah amal manusia ditimbang, maka tibalah pada hari pembalasan (Yaum al-Jaza’). Apa itu yaum al-Jaza’?

Yaum al-Jaza (hari pembalasan)

Yaum al-Jaza adalah hari pembalasan seluruh amal manusia yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Ini merupakan kelanjutan dari yaum al-mizan. Balasan dari Allah sangat tergantung pada apa yang telah dikerjakan oleh manusia selama di dunia.

Bila amalnya baik, balasannya adalah kenikmatan di surga. Namun bila sebaliknya, balasannya adalah siksa neraka. Sekecil apapun amal yang telah kita perbuat di dunia, baik ataupun buruk, Allah Maha Mengetahui dan akan memberikan balasannya. (sumber.belajar.kemdikbud.go.id)