Banda Aceh-icwpost I Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bernama Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) soroti para penanggungjawab pengerjaan proyek revitalisasi satuan pendidikan (Revit Satdik) sumber dana anggaran pendapatan belanja negara dibeberapa sekolah di Kecamatan Seruway.
Sorotan dugaan pelanggaran aturan regulasi dengan sanksi mengikat tersebut disampaikan Direktur FPRM, Nasruddin, S.E., terhadap temuan dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terkesan tidak peduli resiko dan abai dalam pengawasan,
Menurut Nasruddin, terdapat temuan beberapa sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Seruway para pekerja terekam kamera tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama bagi pekerja diarea resiko rentan kecelakaan, yakni area ketinggian.
“Pertama kita temukan kelalaian pemakaian APD pekerja di TK Negeri 1 Pembina Seruway, TK Ummul Al-Qur’an Pusong Kapal, dan PAUD KB Permata Bunda Paya Udang, semua sekolah tersebut di Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang,” ujar Direktur FPRM kepada media, Rabu (01/07).
Lanjutnya, “Pengakuan para tukang di lokasi sekolah TK Negeri 1 Pembina Seruway, tidak pengawas yang mengawasi kerjaan, saat ditanya wartawan salah seorang pekerja tidak pegang aktivitas mengaku kernet alias tukang potong plafon,” kata Nasruddin, S.E.
Menurut Direktur FPRM, praktik pengelolaan anggaran negara dikelola kuasa pengguna anggaran (KPA) seperti ini sangat diragukan kualitas dan kuantitas bangunan serta terkesan kurang dari spesifikasi dalam rencana anggaran biaya (RAB), bukan hanya di TK Negeri 1 Pembina Seruway, di TK Ummul Al-Qur’an Pusong Kapal juga sama.
“Kalau di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Kelompok Bermain (PAUD KB) Permata Bunda Desa Paya Udang para tukang bekerja dengan santai tanpa dilengkapi APD sesuai standar, satu orang hanya pakai rompi, satunya lagi pakai sepatu AP, namun tidak masuk kategori sefty, 2 lainnya tanpa APD sama sekali,” ungkap Nasruddin, S.E.
Nasruddin menegaskan, terhadap sekolah-sekolah pemegang tanggungjawab proyek revitalisasi satuan pendidikan sumber APBN tahun 2026 di Aceh Tamiang, khususnya 3 sekolah terpantau ini agar menjadi catatan khusus bagi para petugas instansi negara dalam melaksanakan audit dan pemeriksaan nantinya.
“Kami sangat menyayangkan pengelolaan anggaran negara dikangkani aturannya tanpa ada rasa tanggungjawab oleh pelaksana,” tegas Direktur FPRM.
Kepsek TK Ummul Al-Qur’an Pusong Kapal, Yusnidar, S. Pd., kepada salah seorang wartawan mengatakan, pihaknya sudah menyuruh pakai APD tetapi tetap juga ada yang tidak memakai.
“Udah di bilang nga ada yg dengar…susah kata nya,” jawab Kepsek Yusnidar, S. Pd, Minggu, 28 Juni 2026 via chat WhatsApp miliknya
Lanjutnya, “Ya bang…tpi ada juga yg saya photo pakai peralatan mskk bang,” sebut Kepsek TK Ummul Al-Qur’an Pusong Kapal.
Sementara itu, Kepsek TK Negeri 1 Pembina Seruway, Yusfarmi, S. Pd., meminta bantu agar tidak ada yang mengganggu pembangunan revitalisasi semua TK dan PAUD dibawah koordinasinya di Seruway.
Terkait pekerja tidak pakai APD, awak media konfirmasi dengan Kepsek TK Negeri 1 Pembina Seruway, Yusfarmi, S. Pd., membalas, “Terima kasih pak adi… Nanti sy ingatkan teman2 yang lain,” jawabnya.
Belum dapat terkonfirmasi dengan Kepsek PAUD KB Permata Bunda Desa Paya Udang sampai berita ini diterbitkan, namun masih diberikan hak jawab dan klarifikasi bagi pejabat terkait.*
SAP







