Ragam  

Ricuh Tolak BBM Naik, Mahasiswa di Aceh Dilarikan ke RS

Banda Aceh.ICWPost.id
Aksi demo menolak kenaikan harga BBM yang digelar mahasiswa UIN Ar-raniry di DPR Aceh berakhir ricuh. Polisi menyebut sempat mengamankan tiga mahasiswa dalam kericuhan itu.
“Tadi sempat diamankan tiga mahasiswa, ketiganya dibawa ke RSUZA (Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh) karena sesak akibat gas air mata,” kata Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh Kompol Suryo Sumantri Darmoyo dalam keterangannya, Rabu (7/9).
Suryo mengatakan, ketiga mahasiswa itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dua mahasiswa disebut telah diperbolehkan pulang.
“Satu lagi diobservasi akibat sesak nafas,” jelas Suryo.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, para mahasiswa yang menggelar aksi sempat melempar polisi dengan menggunakan batu. Akibatnya, lima polisi mengalami luka-luka.
“Lima aparat kepolisian mengalami luka-luka di bagian wajah, kaki dan tangan hingga berdarah akibat terkena lemparan batu oleh massa yang melakukan aksi, sehingga perlu dilakukan perawatan oleh medis,” kata Joko.
“Pada waktu itu, massa melempar terus dengan batu yang telah disiapkan di saku baju almamater UIN. Polisi berbaju preman pun melakukan pengejaran terhadap para mahasiswa.
Namun sangat disayangkan, sejumlah papan bunga di pingir jalan dibakarnya oleh mereka. Mereka pun merusak mobil dinas Polresta Banda Aceh dan satbrimobda Polda Aceh,” lanjut Joko. (Red01/Ril)