Tebo-icwpost I Ratusan warga Desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, melakukan aksi penggerebekan massal terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis dompeng yang beroperasi di wilayah mereka pada Senin pagi. Aksi sepihak ini dipicu oleh keresahan mendalam masyarakat terhadap tambang ilegal yang dinilai merusak ekosistem lingkungan dan melanggar hukum adat setempat. (21/6)
Ketegangan bermula saat pekerja PETI diketahui mulai mengoperasikan rakit dompeng sejak pukul 07.00 WIB. Perwakilan masyarakat sempat memberikan teguran keras agar aktivitas tersebut segera dihentikan. Namun, karena peringatan itu diabaikan, kemarahan warga memuncak hingga mereka nekat bergerak ke lokasi dan mengejar rakit dompeng yang berada di tengah aliran sungai.
Pelanggaran Aturan Adat
Menurut kesaksian Muslim, salah seorang warga setempat, lokasi penambangan tersebut berada di kawasan ulayat turun-temurun antara Desa Punti Kalo dan Teluk Langkap. Berdasarkan hukum adat yang diwariskan sejak zaman nenek moyang, wilayah perairan tersebut merupakan zona merah yang steril dari segala bentuk aktivitas penambangan mekanis.
Dampak di Lapangan
Aksi massa yang meradang tersebut berujung pada penindakan langsung di tempat kejadian. Sejumlah pekerja tambang ilegal berhasil diamankan oleh warga di tepi sungai. Sebagai bentuk pelampiasan emosi dan penolakan mutlak terhadap aktivitas PETI, warga kemudian membakar beberapa unit rakit dompeng di tengah aliran sungai.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif, namun warga tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya aktivitas tambang susulan. (Adl)







