Breaking News
Aceh  

YG dan STC Pulihkan Senyum 479 Anak SD di Serbajadi

Aceh Timur-icwpost I Air mata kemarin tumpah karena kehilangan oleh bencana alam, hari ini berganti senyum serasa pelan-pelan kembali mengembang.

Sebanyak 479 anak sekolah dasar di Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, menerima tas dan perlengkapan sekolah baru dari Yayasan Geutanyoe (YG) bersama Save The Children (STC), pada Selasa (14/04).

Bagi anak-anak ini, tas sekolah bukan sekadar wadah buku. Ia adalah tiket untuk kembali duduk di bangku kelas dengan kepala tegak.

Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Timur beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan rumah dan harta benda.

Arus deras itu juga merenggut buku tulis, seragam, dan tas mereka. Banyak yang akhirnya memilih diam di rumah, malu datang ke sekolah dengan tangan kosong.

“Bantuan ini kami berikan agar anak-anak korban banjir tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka. Kami tidak ingin bencana merampas masa depan mereka,” kata Program Manager Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, S.E., kepada media Icwpost.com, Sabtu (18/4)

Setiap paket yang diserahkan berisi harapan kecil: tas sekolah, buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, penggaris, peluit dan bola Barang-barang sederhana yang bagi sebagian orang mudah dibeli, tapi bagi anak-anak di pedalaman Serbajadi, itu adalah sesuatu yang sangat berharga saat ini.

Untuk sampai ke tangan mereka, tim relawan harus berjuang. melewati jalan rusak bahkan rawan lonsor untuk memcapai kesekolah mereka namun rasa “Capeknya hilang begitu melihat anak-anak berebut memeluk tas barunya.

Ada yang langsung membukanya, mengusap sampul buku baru, dan tersenyum lebar. Di situ kami tahu, perjuangan ini sepadan,” ujar Nasruddin dengan suara bergetar.

Di balik angka 479, ada cerita yang sama: anak-anak yang rindu belajar. Saudah (45), ibu dari salah satu murid SDN Lokop, tidak kuasa menahan tangis saat anaknya menerima bantuan.

“Sudah seminggu anak saya tidak mau sekolah. Dia bilang malu karena semua bukunya habis dibawa banjir. Tadi pagi dia bangun sendiri, pakai tas barunya, dan bilang, ‘Mak, aku mau sekolah’,” ceritanya sambil menyeka air mata.

Nasruddin mengakui, langkah ini baru awal. Dari 454 desa yang terdampak banjir di Aceh Timur, masih banyak anak di Kecamatan Pante Bidari, Rantau Peureulak,

Indra Makmu, dan Banda Alam yang menanti uluran tangan serupa. “Kami tidak akan berhenti di sini. Pendidikan tidak boleh tenggelam oleh banjir,” tegasnya.

Hari ini, 479 anak di Serbajadi kembali punya alasan untuk datang ke sekolah. Mereka kembali punya mimpi yang bisa ditulis di buku tulis baru, dengan pensil baru, di dalam tas baru.

Yayasan Geutanyoe berharap, semakin banyak hati yang tergerak untuk ikut menjaga mimpi itu tetap menyala. SAP/ril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *