Breaking News
Aceh  

Drainase Akan Dialihkan. Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas

Aceh Tengah-icwpost I Longsoran di lubang raksasa berlokasi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah terus meluas setiap harinya. Drainase yang berada di lokasi akan dialihkan sehingga air tidak lagi mengalir ke lubang. Drainase terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan Simpang Balik di Bener Meriah dengan Blang Mancung di Aceh Tengah. Ketika jalan itu putus, air dari drainase mengalir ke dalam lubang sehingga diduga menjadi pemicu longsoran meluas.

“Sepertinya ada langkah-langkah konkret ini. Tadi sudah dijelaskan bahwa ada mekanisme-mekanisme teknis yang harus kita laksanakan pertama sekali harus dilakukan pengalihan drainase, air tidak lagi masuk ke sana. Nanti ada langkah-langkah berikutnya,” kata Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan dalam keterangannya, Senin (2/3).

Muchsin meninjau lokasi lubang raksasa bersama perwakilan Kementerian PU. Menurutnya, lubang itu juga sudah mengarah ke perkebunan masyarakat sehingga dikhawatirkan akan berdampak terhadap perekonomian warga setempat.

Pemerintah setempat disebut telah membuka jalan alternatif baru dalam kondisi darurat. Muchsin berharap Kementerian PU dapat membantu memuluskan jalan alternatif bagi warga tersebut.

“Sekarang sudah ada jalan alternatif juga. Tetapi tidak sebagus alternatif kemarin. Jadi hari ini masyarakat mengalami sedikit hambatan karena jalan alternatif sebelumnya ini sudah tidak ada lagi,” jelas Muchsin.

Sebelumnya, lubang raksasa muncul di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah usai terjadi longsor dan sudah memutuskan jalan utama. Lubang itu diperkirakan mulai terbentuk sejak tahun 2000an.

“Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika saat dimintai konfirmasi Kamis (15/1).

Berdasarkan laporan masyarakat, katanya, longsoran yang terjadi di lubang itu meluas sehingga memutuskan akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik pada tahun 2006. Sejak beberapa tahun lalu, Dinas ESDM Aceh telah melakukan penelitian sehingga diketahui pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun.Red01/ril