Wakil Ketua HKTI Sumut Satika Simamora. Pengabdian Tanpa Batas, Suara Rakyat Semakin Lantang

Tapanuli Utara-icwpost I Selama belasan tahun, namanya tak lepas dari senyum sapa salam yang dibagikan, tangan yang digenggam, dan harapan yang dibangkitkan. Bagi ribuan penenun ulos, petani, pelaku UMKM, kaum ibu, penyandang disabilitas, yatim piatu, hingga warga yang kurang mampu, Satika Simamora bukan sekadar tokoh perempuan. Ia adalah teman yang hadir, pendengar yang tulus, dan pelindung yang tak kenal lelah.

Kini, kerja tulusnya mendapat kepercayaan yang lebih luas. Satika Simamora resmi dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura Pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Utara untuk masa bakti 2026–2031.

Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, pada Rabu (9/9/

), dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Abdul Kadir Karding. Dalam kepengurusan baru ini, Gus Irawan Pasaribu dipercaya sebagai Ketua DPD HKTI Sumut, Muhammad Syah sebagai Sekretaris, dan Kamsir Aritonang sebagai Bendahara. Bersamaan dengan itu, turut dilantik pula pengurus DPC HKTI di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Lebih dari Sekadar Status, Hadir Langsung di Tengah Rakyat

Satika dikenal luas sebagai istri dari Nikson Nababan, mantan Bupati Tapanuli Utara yang mengabdi selama dua periode, sekaligus calon Bupati Taput pada pemilihan lalu. Namun, ia tidak pernah membiarkan dirinya hanya berdiri di balik bayang-bayang jabatan. Justru, ia melangkah lebih jauh, turun langsung ke tengah masyarakat, menyentuh langsung kehidupan warga, berusaha memahami setiap persoalan yang dihadapi, dan mencari jalan keluar bersama mereka.

Bersama para perajin, ia masuk ke dapur para penenun. Bersama kaum ibu, ia duduk mendengarkan cerita mereka. Bersama anak-anak yang berjuang melawan penyakit, ia hadir menemani.

Sebagai Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, ia mengangkat ulos dari sekadar kain adat menjadi mata pencaharian yang bermartabat. Ia membuka akses pasar, melatih keterampilan, dan memastikan setiap benang yang ditenun membawa kesejahteraan nyata bagi keluarga penenun.

Sebagai Bunda PAUD, ia memastikan anak-anak di pelosok desa tetap mendapat tempat untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Tapanuli Utara, ia menjadi pendamping setia, bukan sekadar mengirim bantuan, tetapi hadir secara langsung, menenangkan, dan membagi beban mereka yang sedang berjuang maupun berduka.

Dan bagi para petani, ia selalu hadir mendengarkan keluh kesah di ladang, memahami betul bagaimana rasanya bergantung pada tanah, hujan, dan harga yang kerap tak menentu.

Tiga Pilar Langkah ke Depan, Hilirisasi, Regenerasi, Penguatan Akar Rumput

Di amanah barunya, Satika menegaskan tiga prioritas utama yang akan dijalankan.

Hilirisasi Komoditas, mendorong pengolahan produk unggulan daerah seperti kopi, kakao, dan kelapa agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Regenerasi Petani, menyiapkan generasi muda dan milenial agar tertarik dan bertahan di sektor pertanian, mengingat mayoritas petani saat ini berusia lanjut.

Penguatan Akar Rumput, memperkokoh struktur organisasi mulai dari tingkat kelompok tani, agar suara petani benar-benar didengar dan diperjuangkan.

Membawa Suara yang Sering Tak Didengar

“Tanah ini memberi kita kehidupan, maka tugas kita menjaga dan memakmurkan mereka yang merawatnya,” ujar Satika Simamora kepada media ini seusai pelantikan, kepada media ini. Kamis (10/9/2026).

“Dengan amanah ini, saya tidak membawa kepentingan pribadi. Saya membawa suara petani, pelaku usaha kecil, ibu-ibu yang berusaha mandiri, suara mereka yang sering tak didengar,” tegasnya.

Ia berjanji tidak melupakan akar. “Saya tetap dekat, tetap mendengar, dan bekerja menyatukan kekuatan pertanian, kerajinan, serta UMKM agar saling menguatkan. Petani tidak boleh hanya menjadi penanam, mereka harus menjadi pemilik hasil, yang sejahtera dari tanah yang mereka cintai.”

Satika menambahkan pesan yang menyentuh: “Teta