Tapanuli Utara-icwpost I Usai pengukuhan kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tapanuli Utara periode 2026–2029 di Aula Hotel Palapa Tarutung, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat mengundang jajaran SMSI Sumatera Utara bersama seluruh pengurus dan anggota SMSI Taput untuk bersilaturahmi dan berdialog di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa (27/10) malam.
Meski waktu sudah cukup larut, Bupati JTP tetap menyempatkan diri menerima dan berdialog langsung dengan para pengurus serta anggota SMSI. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, hangat dan penuh kekeluargaan, sembari menikmati kopi bersama.
Suasana pertemuan semakin cair ketika sejumlah pengurus SMSI Sumut yang sebelumnya telah mengenal JTP kembali bertemu dalam kapasitasnya sebagai Bupati Tapanuli Utara. Canda dan tawa beberapa kali terdengar di sela-sela pembicaraan, membuat pertemuan tersebut terasa seperti sebuah reuni.
Dalam dialog tersebut, Bupati JTP yang didampingi Sekda Taput menyampaikan bahwa dinamika politik pasca-Pilkada sebelumnya tidak seharusnya lagi menjadi pembatas dalam kehidupan pemerintahan maupun masyarakat.
“Kalau soal politik, mungkin masih terbawa arus Pilkada kemarin. Tetapi bagi saya, semuanya sudah berlalu. Tidak ada lagi pengkotak-kotakan,” ujar JTP.
Ia menegaskan, komitmen tersebut dapat dilihat dari keberlanjutan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Taput. Menurutnya, sekitar setengah dari kepala dinas pada pemerintahan sebelumnya masih dipercaya untuk melanjutkan tugas di bawah kepemimpinannya.
“Setengah dari kepala dinas pada zaman Bupati sebelumnya masih tetap menjabat di kepemimpinan saya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga berbicara terbuka mengenai hubungannya dengan insan pers. Ia mengaku cukup mengandalkan media untuk memperoleh informasi mengenai berbagai perkembangan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Saya lebih percaya kepada media daripada anggota saya. Sering saya mengetahui kabar tentang Tapanuli Utara dari media. Saya juga manusia, tidak mungkin semua hal harus saya urusi,” ujar JTP.
Ia menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik yang disampaikan media, sepanjang kritik tersebut berdasarkan fakta dan tetap berada dalam koridor jurnalistik.
Menurutnya, kritik dari media justru dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Bupati juga meminta pengertian dari wartawan apabila terkadang tidak langsung merespons pertanyaan atau permintaan wawancara yang disampaikan melalui WhatsApp.
“Kalau di tengah kesibukan saya terkadang wawancara dari media melalui WhatsApp tidak terjawab, bukan berarti saya tidak merespons. Mohon dimaklumi, itu bukan unsur kesengajaan,” katanya.
JTP juga menjelaskan alasan dirinya hanya dapat menghadiri acara pengukuhan SMSI Taput dalam waktu singkat.Menurutnya, saat menghadiri acara tersebut ada agenda lain yang bersifat mendesak dan harus segera dihadiri. Namun, ia tetap berupaya menunjukkan perhatian kepada insan pers dengan mengundang jajaran SMSI untuk bertemu secara khusus setelah acara pengukuhan.
“Saya tadi memang hanya sebentar karena ada hal yang urgent. Tetapi karena saya cinta kepada teman-teman media, saya sengaja mengundang SMSI ke sini supaya tidak ada yang berpikir macam-macam,” ungkapnya.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka tersebut, Bupati JTP mengakui masih adanya kemungkinan sebagian aparatur di lingkungan Pemkab Taput yang belum sepenuhnya memahami tugas dan fungsi jurnalistik.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu terjadinya miskomunikasi antara wartawan dengan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya sudah menginstruksikan seluruh OPD di Tapanuli Utara agar tetap kooperatif terhadap wartawan,” tegasnya.
Sejumlah wartawan melalui ketua SMSI Taput juga menyampaikan berbagai keluhan yang mereka alami ketika menjalankan tugas jurnalistik, termasuk adanya OPD yang disebut sampai memblokir nomor telepon seluler wartawan.disebut
Mendengar hal tersebut, Bupati berjanji akan kembali mengingatkan jajaran OPD agar membangun komunikasi yang lebih baik dan kooperatif dengan insan pers.
Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan media dapat berjalan secara profesional, terbuka dan saling menghormati.
Di tengah dialog, Bupati JTP juga menyampaikan rencana untuk menggelar kegiatan bersama organisasi pers yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara, termasuk SMSI.Namun, kegiatan tersebut kemungkinan baru dapat direalisasikan melalui penganggaran pada tahun 2027.
Bupati juga mengajak wartawan yang tergabung dalam SMSI untuk ikut mendukung berbagai program pembangunan Pemkab Tapanuli Utara.
Dukungan tersebut, menurutnya, bukan berarti media harus kehilangan fungsi kontrol. Pemerintah tetap membutuhkan kritik yang objektif dan berdasarkan fakta sebagai bagian dari proses pembangunan.
Pertemuan antara Bupati Tapanuli Utara bersama jajaran SMSI Sumut dan SMSI Taput tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Tidak terlihat sekat antara pemerintah daerah dan insan pers. Dialog berlangsung dua arah, diselingi canda dan tawa serta cerita-cerita ringan yang membuat suasana semakin cair.
Pertemuan yang awalnya merupakan agenda silaturahmi tersebut akhirnya menjadi ruang terbuka bagi kedua pihak untuk saling menyampaikan pandangan, keluhan maupun harapan terkait hubungan pemerintah daerah dengan insan pers.
Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika pertemuan ditutup dengan ngopi bersama. Para pengurus SMSI dan Bupati JTP tampak berbincang santai sebelum akhirnya mengakhiri pertemuan pada malam hari.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Pemkab Tapanuli Utara dengan insan pers, khususnya SMSI, dalam mengawal sekaligus menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat.
M.Manalu.







