Jambi  

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pj Bupati Tebo Aspan Minta Pejabat Tidak ” TERKOTAK-KOTAK “

Tebo.icwpost.id
Menindaklanjuti arahan dari Ombudsman RI perwakilan Jambi,Penjabat Bupati Tebo Aspan meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran pemerintahan Kabupaten Tebo agar lebih meningkatkan pelayanan publik.

“Kita harus tunjukkan kerja maksimal kepada masyarakat. Meskipun saat ini kita masih menghadapi inflasi,namun pelayanan publik tetap berjalan dan harus optimal,” Tegasnya

tahun anggaran 2022 akan menjadi evaluasi capaian di tahun anggaran 2023, sehingga perlu kerja nyata dan tuntas untuk menyukseskan program kerja yang telah disusun.

Meskipun tahun ini kabupaten Tebo,masih di masa menghadapi pemilu 2024, namun hal itu tidak memengaruhi konstalasi pelayanan publik baik dari bidang sosial, ekonomi dan kesehatan serta sektor-sektor esensial lainnya.kata Aspan

“Tahun ini harus kita tunjukkan seperti apa pencapaian kerja karena optimalisasi program-program berlangsung di 2023,mudah mudahan tahun ini kita bisa meraih pringkat 5 besar Nasional dan pada taun 2022 kita sudah menduduki peringkat 10 besar Nasional tingkat pelayanan publik”ujarnya

Ia mengingatkan para kepala OPD saat ini agar tidak terkotak kotak, karena ini sangat mempengaruhi kinerja pelayanan.saya masih membuka diri untuk bisa bergabung membangun Kabupaten Tebo, jika memang tidak ada respon makan akan kita evaluasi, karena kita tidak ingin pelayanan publik dan pembangunan Kabupaten Tebo ini terhambat.

“Dalam waktu dekat saya akan evaluasi depan capaian-capaian kinerja masing-masing instansi, jika terjadi perubahan signifikan dalam mendukung arah pembangunan daerah ini bisa menjadi penilaian kami” Tegasnya

Pemkab Tebo dalam melakukan upaya perubahan, kata dia, tahun ini akan memaksimalkan enam sektor prioritas pembangunan karena di masa ini program kerja masih menyesuaikan anggaran.

Lanjut Aspan ,Enam sektor prioritas yang diusung sebagai tema pembangunan Palu yakni sektor ekonomi, infrastruktur, pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, sosial kependudukan, birokrasi dan keuangan, serta sektor lingkungan.

“Membangun Kabupaten Tebo ini harus realistis dan tidak perlu bermuluk-muluk. Enam sektor itu akan menjadi acuan kerja kerjabkita, karena memang itu merupakan indikator kerja sekaligus menjadi parameter kerja,” Pungkasnya (adl)