Punya Nyali Besar, Spanduk ‘Pecat Panglima TNI PKI’ Bangunkan Singa Tidur

Punya Nyali Besar, Spanduk 'Pecat Panglima TNI PKI' Bangunkan Singa Tidur

Jakarta, (ICWPost)

Punya nyali besar, spanduk bergambar foto Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan narasi PKI dan dimakzulkan muncul di kawasan Jakarta Pusat. Apa penyebab dan siapa/kelompok apa yang memunculkan spanduk tersebut?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kemunculan spanduk tersebut ada dua penyebab. Yang pertama terkait kebijakan terbaru Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan keturunan PKI daftar TNI.

“Pertama, itu pasti efek kebijakan Panglima TNI yang memperbolehkan keturunan PKI ikut seleksi TNI,” kata Adi kepada wartawan, Senin (4/4). Sebagian publik, Adi menjelaskan, mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap memaafkan kejahatan PKI. Sedangkan sebagian publik lainnya mengapresiasi karena dianggap menghapus diskriminasi dan jadi ajang rekonsiliasi nasional.

“Di negara ini segala hal yang terkait dengan PKI sangat sensitif, memantik polemik, dan amarah publik. Pasti ada pro-kontra,” ujarnya. Kemunculan spanduk bergambar Jenderal Andika Perkasa dengan narasi PKI juga dinilai berkaitan dengan Pilpres 2024. Menurut Adi, sosok Andika potensial maju pada Pilpres 2024.

“Kedua, bisa saja spanduk semacam itu bagian upaya merusak kredibilitas dan nama baik Panglima Andika yang belakangan santer disebut potensial maju Pilpres 2024 yang akan datang,” ucap Adi “Kebijakan Panglima soal keturunan PKI digoreng untuk kepentingan politik elektoral,” imbuhnya.

Lantas siapa yang memasang spanduk bergambar Andika itu? Adi menilai biasanya kelompok yang ‘memainkan’ isu PKI adalah mereka yang sangat yakin PKI akan bangkit. Kelompok resisten PKI ini bisa dari kalangan mana pun.

“Kelompok resisten PKI bisa dari kalangan nasionalis dan kalangan Islam yang sangat trauma terhadap kejahatan PKI. Tapi orang atau kelompok yang bikin spanduk semacam itu tergolong berani dan punya nyali kuat yang langsung menghakimi Jenderal Andika,” imbuhnya. (dN/Red01)