Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran, Kemenkes Ungkap Bakal Terkendali

Jakarta.icwpost.id

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyebutkan, ada kemungkinan kasus Covid-19 naik pasca-Hari Raya Idul Fitri tahun ini, menyusul masih adanya subvarian Covid-19. Kendati begitu, Syahril meyakini bahwa kenaikan kasus tidak signifikan.

Sebab, menurut dia, Indonesia sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka penularan kasus, mulai dari akselerasi vaksinasi hingga meningkatkan surveilans. “Untuk saat ini mungkin agak berbeda dengan yang (tahun) lalu prediksinya karena kita sudah upaya banyak sekali. Kita menyiapkan mitigasi dan antisipasi gitu ya, jadi bisa saja terjadi peningkatan kasus, tetapi kita berharap parameter yang lain itu tetap terkendali,” kata Syahril dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (17/4).

Syahril mengatakan, penularan Covid-19 masih tetap ada sepanjang Covid-19 masih ada. Lebih lanjut, ia mengungkapkan, kenaikan kasus terjadi karena dua hal, yakni adanya subvarian lama dan subvarian baru. Saat ini, sudah ada tujuh kasus subvarian XBB 1.16 atau subvarian Arcturus di dalam negeri. Namun, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), penularan kasus di Indonesia masih di bawah 1 per 100.000 penduduk.

“Di Indonesia saat ini didominasi oleh tiga subvarian. Satu adalah XBB, kemudian XBB 1, kemudian BQ. Nah, untuk Arcturus ini belum masuk (mendominasi) karena kan cuma tujuh, kita tunggu saja nanti,” ujar Syahril. Vaksinasi Booster Selanjutnya, Syahril mengatakan, subvarian Arcturus belum menjadi varian of concern di Indonesia. Dengan kata lain, subvarian ini terbukti tidak tumbuh pesat di Indonesia meskipun penularannya lebih cepat dibanding subvarian lain.

Hal ini juga tecermin dari tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di rumah sakit. Menurut syahril, angkanya belum di atas 5 per 100.000 penduduk. “Varian ini masih dalam under monitoring, kasusnya tidak meningkat. Penyebab kematian, kemudian (kasus) rawat inap atau BOR rumah sakit belum (naik) signifikan,” katanya.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 tercatat kembali meningkat di masa mudik Lebaran tahun 2023. Kasusnya bahkan menyentuh 1.017 kasus pada Jumat (14/4) pukul 12.00 WIB. Subvarian Omicron pun terus bermutasi. Kemenkes mengonfirmasi, sudah ada tujuh kasus Arcturus di Indonesia. Satu penderita di antaranya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). (red01/ril)