Ragam  

Pesisir Timur Aceh Rawan Masuknya Narkoba, Diduga 13 Jalur Tikus Dipergunakan Penyeludup

Langsa.icwpost.id

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa AKBP Werdha Susetyo mengungkap ada 13 jalur tikus masuknya penyelundupan narkoba di Kota Langsa. Jalur tersebut sangat erat kaitanya dengan pengendali narkoba menjadikan Kota Langsa tempat transitnya barang haram tersebut. ungkap AKBP Werdha melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan Kamis (12/01) kemarin. 

Disebutkanya, perlu diketahui masyarakat bahwa pesisir timur Aceh merupakan titik rawan jalur masuknya narkoba terutama di Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamieng (berbatasan Aceh – Sumut). Pelabuhan jalur tikus ini digunakan sebagai jalur masuk kapal-kapal kecil yang sulit dijangkau pengawasan petugas, imbuhnya. Modus barang yang sering diselundupkan biasanya berupa bawang, gula dan kebutuhan pokok lainnya. Kapal-kapal pengangkut barang tersebut nantinya akan dijemput oleh kapal lain sebelum masuk pelabuhan tikus. Tujuannya untuk menghilangkan jejak barang titipan narkotika.

Sesuai fakta bahwa banyak nelayan-nelayan Aceh sering menjadi korban dengan iming-iming upah besar sehingga tanpa sadar terlibat dalam jaringan sindikasi peredaran narkoba, tambah Werdha. Di Kota langsa sendiri narkoba sudah merambah ke tingkat pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan tidak tertutup kemungkinan merambah ke tingkat pelajar tingkat sekolah dasar (SD). 

Fakta ini kita sampaikan sesuai hasil deteksi dini melalui tes urine di sekolah SMP diantaranya ada yang positif pemakai narkoba jenis sabu-sabu dan ganja. Sedangkan kondisi pelajar tingkat atas dan mahasiswa serta masyarakat luas, tentunya akan lebih dari itu yang berefek negatif seperti krimanalisasi berat (pembunuhan, pembakaran, pemerkosaan dan lainnya) dan hancurnya generasi penerus bangsa karena rusak otak secara permanen dan bahkan gila.ungkap AKBP Werdha. Atas penjelasan tersebut, BNN Kota Langsa mengajak semua komponen masyarakat berperan aktif dalam perang melawan narkoba, menggalakkan peran serta masyarakat guna memantau pelabuhan ilegal yang kerap dijadikan jalur “tikus” penyelundupan narkoba di Indonesia terkhusus di kota Langsa dan sekitarnya.

BNN Kota Langsa juga sudah membangun sinergitas lintas instansi seperti Kepolisian, TNI, Bea Cukai, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait lainnya tentang pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kami juga sudah menampung semua aspirasi Pemerintah Gampong melalui Rapat koordinasi dengan Gechik (kepala desa) se Kota Langsa untuk mengatur langkah-langkah dan menyusun strategi P4GN untuk mewujudkan Kota Langsa Bersinar (Bersih dari Narkoba), pungkas AKBP Werdha.(Yan).