Kepala Desa Sisordak Kecamatan Parmonangan Tapanuli Utara. Siap Panen Raya Dihadiri Bupati Taput Sasar Mitra Dapur MBG

Tapanuli Utara-icwpost I Desa Sisordak, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (30/7) Sudihartono Purba hadir sebagai sosok pemimpin yang energik dan berwawasan luas. Baginya, kepemimpinan yang efektif adalah kunci utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang tertib, produktif, dan sepenuhnya berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia tercatat dalam sejarah Desa Sisordak sebagai Kepala Desa terpilih pada tahun 2017, saat itu ia baru berusia 28 tahun. Di usia yang masih sangat muda dan penuh semangat, Sudihartono telah mengikrarkan tekadnya untuk mengajak seluruh warga bekerja sama membangun desa agar maju, mandiri, dan sejahtera.

Lelaki yang sejak muda bercita-cita menjadi seorang Tentara ini kini telah mengemban amanah masyarakat selama dua periode kepemimpinan, yakni pada tahun 2013–2019 dan dilanjutkan kembali pada 2021–2026. Sepanjang perjalanannya memimpin, Sudihartono konsisten memegang teguh moto hidup dan pedoman kepemimpinannya: “Mangasahon Ijur Bagi” — sebuah prinsip luhur yang mengajarkan kebersamaan, keadilan, dan saling menguatkan di tengah keberagaman masyarakat.

Prinsip tersebut tercermin nyata dalam setiap langkah kebijakannya. Sudihartono memfokuskan seluruh visi dan misinya untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan di tiga sektor utama: pertanian, pendidikan, dan pelayanan publik. Semua program dijalankan dengan landasan semangat kekeluargaan dan gotong royong.

Salah satu ciri khas kepemimpinannya yang paling menonjol adalah sikap inklusif. Sudihartono tidak pernah menjatuhkan atau memusuhi lawan politiknya. Sebaliknya, ia justru merangkul semua pihak, termasuk mereka yang berbeda pandangan, untuk duduk bersama dan membangun desa. Baginya, hal ini sejalan dengan nilai luhur dan ajaran agama: Tuhan mengajarkan kita untuk saling memaafkan, bukan menyimpan dendam.

Sejak usia muda, Sudihartono telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia sosial dan pemerintahan. Berbekal pendidikan formal hingga jenjang [masukkan jenjang pendidikan, misal: Sarjana] di bidang Manajemen, kemampuannya dalam merencanakan, mengelola, dan memaksimalkan sumber daya desa semakin teruji dan mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.

Desa Sisordak yang dipimpinnya merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya bergerak di sektor pertanian, dengan potensi lahan yang sangat subur dan menjanjikan. Di tengah kemajemukan latar belakang warganya, Sudihartono yakin bahwa persatuan adalah kunci utama kemajuan. Ia bertekad menjadikan desa ini mandiri, di mana kesejahteraan warga menjadi prioritas utama.

Fokus Pertanian dan Kemitraan Strategis

Berpijak pada keyakinan tersebut, arah pembangunan Desa Sisordak difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan yang dikelola secara terpadu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui wadah ini, Sudihartono menargetkan terobosan besar: hasil produksi pertanian desa akan disiapkan dan dibina agar dapat bermitra resmi dengan program nasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional yang mewajibkan penyerapan bahan baku program dari potensi lokal. “Dengan produksi hasil panen yang berkualitas, kami harapkan hal ini bisa menjadi motor penggerak bagi masyarakat petani untuk lebih giat bekerja. Kemitraan ini akan menjadi pendongkrak ekonomi nyata, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah pusat,” ujar Sudihartono.

Peran strategis BUMDes dalam rantai pasok Dapur MBG sangat besar. BUMDes diandalkan menjadi ujung tombak yang menyerap dan menyalurkan hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk UMKM warga setempat. Tentu saja, pasokan lokal ini harus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi yang ditetapkan. Keuntungan dari perputaran ekonomi ini sepenuhnya akan tetap berputar di tingkat desa, sehingga berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan warga.

Realisasi Program: Investasi dan Target Hasil Panen

Kinerja BUMDes Terpadu Sisordak di bawah arahannya telah membuktikan hasil nyata. Hingga kini, produksi komoditas hortikultura berupa cabai dan tomat telah dihasilkan dalam jumlah berton-ton. Bahkan, hasil kebun milik Sudihartono sendiri yang memiliki kualitas unggul, telah dikembangkan lebih lanjut menjadi produk olahan berupa saus tomat. Produk olahan ini terbukti memiliki kualitas yang baik dan sangat diminati pasar, sehingga nilai jual produk desa semakin meningkat tajam.

Saat ini, lahan seluas 1 hektar yang dikelola BUMDes Terpadu telah ditanami komoditas tomat dan cabai dengan sistem tumpang sari. Pengelolaan lahan ini menelan anggaran sebesar Rp143 juta rupiah. Rencananya, lahan produktif ini akan memasuki masa panen raya pada hari Rabu pekan depan, dan momen penting ini diagendakan akan dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Utara.

Sudihartono menjelaskan, target produksi dari lahan seluas 1 hektar tersebut diperkirakan mencapai 30 ton lebih, baik untuk komoditas tomat maupun cabai, dengan proyeksi hasil yang melimpah (surplus). Keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil panen ini nantinya akan disetorkan ke kas BUMDes, yang selanjutnya dikelola untuk kepentingan pembangunan desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dukungan Infrastruktur Penunjang

Tak hanya fokus pada produksi, pemerintahan Sudihartono juga memperhatikan aksesibilitas guna mendukung ketahanan pangan dan kelancaran pemasaran hasil bumi. Sebelumnya, pada tahun anggaran 2023, telah diselesaikan pembangunan jalan hot mix sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Pembangunan infrastruktur ini bertujuan agar akses warga ke lahan pertanian maupun ke pangsa pasar menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Berikut adalah rincian fokus program unggulan yang terus digalakkan Pemerintah Desa Sisordak:

  • Ketahanan Pangan: Pengembangan lahan produktif seluas dua hektar khusus untuk budidaya komoditas hortikultura unggulan, yaitu cabai dan tomat, sebagai komoditas andalan desa.
  • Pemberdayaan Petani: Melibatkan generasi muda atau petani milenial untuk berperan aktif, berinovasi, dan mengelola usaha tani modern melalui unit usaha BUMDes Terpadu Sisordak.
  • Penguatan Ekonomi: Mendorong posisi desa sebagai pemasok pangan lokal yang andal serta mitra strategis program nasional, sekaligus berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di tingkat daerah.
  • Pengembangan SDM & Kesehatan: Terus meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan warga, serta memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat yang berkualitas.
  • Pertanian Berkelanjutan: Mengedukasi dan mendorong para petani lokal untuk beralih menggunakan pupuk organik, demi menjaga kelestarian tanah, kesehatan hasil panen, dan keamanan pangan jangka panjang.

Dengan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, berprinsip teguh, dan berwawasan ke depan, Sudihartono Purba terus membuktikan bahwa persatuan, kerja keras, dan pengelolaan yang tepat adalah jalan terbaik membawa Desa Sisordak menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

M.Manalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *