Ragam  

Kapolda Sumbar: Kepolisian Fokus Pada Pemuda Yang Lakukan Persekusi. Hukuman Akan Lebih Berat.


Padang.icwpost.id

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono buka suara soal peristiwa persekusi terhadap 2 wanita pemandu lagu sebuah kafe di Kawasan Pasir Putih, Kabupaten Pesisir Selatan. Suharyo menilai kesalahan korban tidak sebanding dengan perbuatan tersangka. Pihak kepolisian fokus kepada kesalahan sejumlah pemuda yang melakukan persekusi. Hukuman yang didapat akan lebih berat.

Irjen Suhayo tidak habis pikir dengan cara pelaku menghukum dua pemandu karaoke yang melakukan kesalahan itu. Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi.

Dia mengatakan persekusi terjadi karena faktor tetap beroperasinya kafe dan korban yang berprofesi sebagai pemandu lagu. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan tiga orang tersangka. “Cerita sebenarnya sederhana. Pada bulan suci Ramadan, ada dua pemandu lagu yang infonya seperti itu dari hasil pemeriksaan. Ya, mungkin sisi etika atau pun sisi yang seharusnya tidak dilakukan pada bulan suci Ramadhan, itu dilakukan,” kata Suharyono kepada wartawan, Senin (17/4).

“Cara menindak (diceburkan ke laut dan ditelanjangi) itu justru lebih parah dibanding dua wanita ini sedang menyanyi atau memandu lagu. Atau mereka berdua ini yang sedang menyanyi di bulan suci Ramadan ini. Dianggapnya tidak menghormati bulan suci Ramadhan ini. Kita juga memaklumi, seharusnya seperti (persekusi) itu juga tidak dilakukan,” katanya.

“Justru lebih parah hukumannya nantinya dibanding dua wanita yang hanya sekadar pemandu lagu atau penyanyi (di bulan suci Ramadhan). Kalau ini, kan, sisinya hiburan, kalau (tindakan tersangka) itu pidana,” kata dia.

Suharyono mengatakan, tindakan tersangka telah melecehkan korban hingga pencemaran harga diri. Ia akan menindak tegas apabila dalam penyelidikan maupun penyidikan terjadinya kekerasan seksual. (red01/ril)



.