Baru Selesai Dikerjakan, Jembatan Soekarno‑Hatta Sipapagan Tarutung Muncul Retakan

Tapanuli Utara-icwpost I Kondisi Jembatan Soekarno Hatta Rangka Sipapagan, Kecamatan Tarutung,
Kabupaten Tapanuli Utaramenjadi sorotan publik setelah ditemukan retakan
pada sejumlah bagian struktur bangunan. Ironisnya, proyek rehabilitasi jembatan tersebut baru saja selesai dikerjakan.

Berdasarkan pantauan tim wartawan di lokasi pada selasa (3/11), retakan terlihat pada bagian penghubung struktur jembatan. Temuan ini langsung memicu kekhawatiran warga, mengingat jembatan ini merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari‑hari.

Warga setempat mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka khawatir kerusakan yang muncul dalam waktu singkat dapat membahayakan keselamatan pengguna, jika tidak segera ditangani oleh pihak berwenang.

Berdasarkan keterangan papan informasi proyek milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan, proyek bernama Rehabilitasi Jembatan Soekarno‑Hatta Rangka Sipapagan Kecamatan Tarutung (Penambahan TKD) ini memiliki nilai anggaran Rp367.700.000, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Proyek dilaksanakan oleh CV. PEMAIN LAMA, dimulai pada 10 September 2026 dan dijadwalkan selesai pada 08 Desember 2026.

Munculnya retakan dalam waktu relatif singkat setelah pengerjaan selesai memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan selama pelaksanaan proyek. Warga meminta transparansi dari pihak terkait, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan struktur jembatan untuk menjamin keamanan pemakaian.

“Kami berharap segera ada tindak lanjut. Jangan sampai menunggu kerusakan semakin parah baru ditangani, karena ini menyangkut keselamatan banyak orang,” ujar salah satu warga sekitar lokasi proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab munculnya retakan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas berwenang segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah perbaikan jika ditemukan kerusakan yang berpotensi berbahaya.

Sebagai sarana penghubung antar‑wilayah yang vital, pembangunan infrastruktur jembatan seharusnya memenuhi standar kualitas dan ketahanan yang baik. Oleh karena itu, setiap indikasi kerusakan terutama yang muncul dalam waktu singkat pasca‑pengerjaan, perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

M. Manalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *