Jakarta.icwpost.id I Polisi kembali memanggil Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri soal kasus pemerasan Firli Bahuri, hari ini Jumat, (12/1). Kuasa Hukum SYL, Djamaludin Koedoeboen menuturkan, nantinya kliennya akan kembali dikonfrontir dengan sejumlah saksi lainnya sekira pukul 14.00 WIB.
“Iya betul, hari ini rencana jam 2 siang pemeriksaan konfrontir di Bareskrim Mabes Polri,” kata Djamaludin saat dihubungi, Kendati demikian, Djamaludin mengaku dirinya tak mengetahui siapa saja saksi yang akan dikonfrontir dengan SYL terkait kasus tersebut.
Namun, ia akan pastikan jika kliennya akan hadir dalam pemeriksaan hari ini dengan pengawalan dari penyidik KPK. “Beliau konfirm hadir,” ucapnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengangendakan pemanggilan terhadap delapan saksi soal kasus pemerasaan yang dilakukan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada hari ini, Kamis, (11/1). Kuasa hukum Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Djamaludin Koedoboen menyampikan pada pemeriksaan kali ini, penyidik melakukan sinkronisasi terkait kasus pemerasan di Kementan.
Upaya ini dilakukan, untuk menyelaraskan ke saksian dari satu saksi ke saksi yang lainnya. “Sebenarnya (pada pemeriksaan kali ini) bukan perbaikan BAP, tapi sinkronisasi aja. Jadi, setiap keterangan yang satu dan yang lain dicocokkan kesesuaiannya begitu,” ucap dia kepada awak media di Lobby Bareskrim Polri.
“Kemudian, nantinya masing-masing saling menyempurnakan itu makannya tadi agak lama,” sambung dia. Djamaludin menerangkan, jika saat pemeriksaan tersebut kliennya dikonfrontir dengan sejumlah saksi yang turut hadir dalam pemeriksaan.
“Yang jelas setiap pertanyaan dan konfrontasi yang terjadi di antara SYL dan berbagai pihak tadi semua telah dijawab,” ucap dia. Kendati demikin, ia tak menerangkan dengan gamblang dengan siapa kliennya dikonfrontir. Namun, materi dari konfrontasi seputar penyitaan yang berkaitan dalam kasus tersebut.
“Saya kira, tadi ada enam atau tujuh orang yang dikonfrontir terkait dengan beberapa poin dari penyitaan-penyitaan yang sudah disampaikan oleh SYL maupun yang lain,” imbuh dia.
“Menurut klien kami (SYL), sudah ada sinkronisasi dari berbagai macam penyitaan maupun juga jawaban dari BAP masing-masing itu yang mengerucut kepada apa yang menjadi substansi dari permasalahan yang memang betul-betul saat ini penyidik ingin mendapatkan poin itu,” lanjut dia. (red01/ril)







