MZAW.icwpost.id
Iman adalah dasar dari keislaman seseorang. Tingkatan iman setiap orang berbeda satu sama lain. Itulah yang membedakan tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Menurut Gus Baha dalam salah satu ceramahnya, bahwa manusia tidak akan pernah merasakan manisnya iman kalau masih banyak mengeluh.
Kata Gus Baha menyampaikan sebab dengan mengeluh bisa membuat seseorang tidak bersyukur segala hal yang dikeluhkan. Sebagai contoh, punya istri cantik, mengeluh karena rawan selingkuh, tapi kalau istri jelek, masih mengeluh juga karena tidak menyenangkan.
Berbagai macam keadaan dikeluhkan. Manusia diciptakan dengan sifat mudah mengeluh dan tidak bersyukur. Allah SWT berfirman: “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” ( QS. Al-Ma’arij: 20-21).
Menurut Gus Baha, orang yang bersyukur adalah yang puas dengan Allah. Apa pun yang ditetapkan Allah, ia terima tanpa keluhan. Menurutnya semua takdir Allah adalah yang terbaik. Sebab apabila ia yakin bahwa semua yang Allah tetapkan atas dirinya itu baik, ia tidak akan berkeluh kesah.
Meskipun dalam pandangan manusia, sesuatu itu buruk, belum tentu buruk pula dalam pandangan Allah. “Semisal tidak punya uang, ya dicari tetapi tidak boleh mengeluh. Karena yang terpenting mana? Uang atau Allah?,” kata Gus Baha.***( red01/ril)







