Breaking News
Religi  

Gus Baha: Sikap dan Doa Nabi Ketika Perang Badar Tahap Pertama, Tapi Tak Bisa Ditiru Kita

Rembang-icwpost I Dalam sebuah ceramahnya, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, kembali menekankan bagaimana keteguhan hati Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi situasi terberat, salah satunya saat Perang Badar.

Menurut Gus Baha, secara logika manusia, Nabi dan pasukannya hampir mustahil menang dalam perang tersebut.

“Nabi itu ketika perang Badar jelas kalah, enggak mungkin menang. Wong Nabi hanya membawa 313 orang, sedangkan kafir Quraisy datang dengan seribu pasukan lengkap dengan persenjataan,” ujar Gus Baha.

Namun, lanjut Gus Baha, justru dalam kondisi nyaris kalah itulah Nabi menunjukkan keteguhan imannya. Nabi tidak menyerah, melainkan berdoa dengan penuh kepasrahan dan keyakinan.

“Doa Nabi saat itu sangat dahsyat: Allahumma in tuhlik hadzihil ‘isabah, falan tu‘bada fil-ardh abadan, yang artinya, ‘Ya Allah, jika Engkau hancurkan kelompok kecil ini, maka tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu di bumi ini’,” jelas Gus Baha.

Dalam gaya khasnya, Gus Baha menambahkan bahwa doa seperti itu hanya bisa diucapkan oleh Nabi.

“Kalau kamu niru, ya gak bisa. Nabi itu ngomongnya: ‘Kalau kelompok ini hancur, enggak ada lagi yang nyembah Engkau.

’ Kalau kamu, santri salafiyah, terus kamu bilang: ‘Kalau saya bodoh, nanti jadi preseden buruk. nama salafiyah jelek,’ ya Allah jawab: ‘Masih banyak yang lain,’” tutur Gus Baha disambut tawa para jamaah.

Ceramah Gus Baha ini tidak hanya mengangkat sejarah Islam, tapi juga memberi pesan penting tentang keikhlasan dalam perjuangan serta kedalaman spiritual yang harus dimiliki oleh setiap umat Islam dalam menghadapi tantangan.***Red01/ril