Breaking News

Bupati Humbahas Himbau Masyarakat Stop BABS Karena Berbahaya bagi Kesehatan

Humbahas-icwpost I Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, menghimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) karena selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan dan bimbingan pada Rapat Koordinasi Percepatan Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Jumat (5/6)

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa perilaku BABS merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa hingga masyarakat.

“Buang Air Besar Sembarangan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mencuri kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita. Sanitasi yang buruk merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting, sehingga perlu ditangani secara cepat, sistematis dan kolaboratif,” tegas Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memandang perilaku BABS sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Batak yang menjunjung tinggi kebersihan dan kesehatan lingkungan serta tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, saat ini masih terdapat 572 keluarga di Kabupaten Humbang Hasundutan yang melakukan praktik BABS. Untuk itu, Bupati memerintahkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, kepala desa dan lurah agar bergerak cepat dan bekerja secara sistematis untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

“Saya perintahkan setiap pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk bergerak cepat dan sistematis menuntaskan 572 keluarga ini, sehingga tahun ini Kabupaten Humbang Hasundutan dapat bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan,” ujar Bupati.

Diharapkan melalui rapat koordinasi ini dapat dihasilkan langkah-langkah konkret, terukur dan dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait sehingga target Kabupaten Humbang Hasundutan bebas BABS pada tahun 2026 dapat tercapai.

Sementara itu dalam laporan Kadis Kesehatan dan P2KB Alexander Gultom menyampaikan bahwa Rapat koordinasi ini bertujuan menyusun rencana aksi lintas sektor antara pemerintah daerah, kecamatan dan desa dalam mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan Stop BABS sebagai implementasi Pilar Pertama Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini diharapkan mampu memutus rantai penyakit berbasis lingkungan serta mewujudkan kondisi sanitasi yang sehat bagi seluruh masyarakat Humbang Hasundutan.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 48 peserta yang terdiri dari Ketua TP PKK Kabupaten Humbang Hasundutan Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan, para asisten dan pimpinan OPD, para camat, kepala UPTD Puskesmas, kepala desa dan lurah.(MS/ril.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *