Breaking News

Proyek Revitalisasi SDN 173666 Simamora Disinyalir Sarat Penyimpangan,Kejari Taput Tinjau Lokasi

Tapanuli Utara-icwpost I Tim Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara (Kejari Taput) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turun ke lokasi proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen di SD Negeri 173666 Simamora, Kecamatan Sipoholon Jumat (24/10) sore.

Kedatangan tim Kejari Taput dipimpin Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Aron Siahaan, terkesan aneh, sebab Kepala Sekolah SD Negeri 173666 Simamora, Netty Tampubolon sebagai penanggung jawab penuh revitalisasi maupun ketua P2SP sebagai pelaksana kegiatan (sesuai Juknis) tidak tampak hadir. Tim Kejari Taput hanya didampingi Josua Lumbangaol selaku konsultan perencana.

“Maksud kedatangan kami meninjau beberapa sekolah untuk monitoring dan pendampingan hukum. Termasuk SD 173666 Simamora ini,” kata Kasi Datun Aron Siahaan disela-sela peninjauan dan monitoring.

Khusus SD 173666 Simamora lanjut Aron, monitoring hari ini dilakukan untuk merespon aduan masyarakat yang masuk atas dugaan penyimpangan pekerjaan.

“Ada laporan masyarakat yang masuk, termasuk informasi dari teman-teman pers yang kami peroleh melalui pemberitaan media online kami tetap merespon,” kata Aron.

Sembari monitoring dengan mengecek progres pembangunan bangunan baru, diantaranya kamar mandi di bagian belakang sekolah, Aron berpesan kepada Josua Lumbangaol (perencana) agar melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan.

“Ini ada teman-teman pers di sini. Kita terbuka saja jika nantinya tim pemeriksa menemukan ada penyimpangan pekerjaan, anda harus siap dengan konsekuensi hukum. Kebetulan kepala sekolah sedang di Tarutung, jadi saya pesankan juga agar seluruh pekerjaan sesuai ketentuan,” kata Aron lagi.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, sejumlah awak media menyoroti ketidakterbukaan informasi tentang progres dan kualitas pekerjaan revitalisasi SD 173666 Simamora.

Kepala sekolah sebagai penanggungjawab penuh revitalisasi tidak pernah mau memberikan klarifikasi, hal yang sama juga dilakukan ketua P2SP, Hendra Hutauruk juga tidak bersedia dikonfirmasi.

Pengamatan kasat mata ditemukan dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan, di antaranya ketebalan cor tiang utama maupun kolom praktis bangunan kamar mandi yang sedang dibangun.(M.Manalu)