Breaking News
Jambi  

Pinjaman Pemda Tebo ke PT. SMI Hanya Disetujui Sebagian, ini Alasannya

Tebo-icwpost I Pengajuan pemerintah (Pemkab) Tebo, ke pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) yang semula telah di setujui senilai Rp140 milyar untuk pembiayaan dan penanganan infrastruktur jalan pada dinas pekerjaan umum dan untuk membiayai sarana prasarana rumah sakit umum daerah sultan thaha saifuddin (RSUD STS), ternyata ditolak sebagian oleh PT SMI dengan alasan tidak cukup pembayaran dari APBD Tebo.

Kepala dinas (Kadis) pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo melalui kepala bidang (Kabid) bina marga, Nusa Suryadi, saat di hubungi media ini , melalui sambungan telepon membenarkan bahwa pinjaman dana ke PT SMI berkurang pasca evaluasi dari usulan awal.

Nusa menjelaskan, usulan awal pinjaman ke PT SMI adalah Rp140 milyar, untuk dinas PU Rp80 milyar dan RSUD Rp60 milyar. Setelah di evaluasi oleh pihak PT SMI, terkait tentang kemampuan daerah untuk membayarkan utang maka di setujuilah sekitar Rp100 milyar kurang sedikit.

” Untuk dinas PU Kab Tebo sebesar Rp46 milyar dan sisanya RSUD STS,”lanjutnya, Kamis 26 Maret 2026.

Selanjutnya Nusa menyampaikan bahwa anggaran Rp46 milyar ini kalau waktu di PU, di anjuran kita kemarin adalah Rp8 milyar di Benteng Kurung, Rp72 milyar lagi jalan Nasional paal 12 sampai ke jalan 21.

” Waktu itu dua ruas, cuma panjang jalannya lumayan sekitar Rp12 Km, namun sekarang dengan berkurangnya anggaran tersebut menjadi Rp46 milyar cuma dapat sekitar 7 Km,”kata Nusa.

Adapun 7 Km tersebut antara lain 3,7 Km dari Paal 12 sampai dengan SMPN 22 Blok F, satu link lagi sepanjang 3,3 Km dari Blok E hingga simpang Sadermo sebelum Unit 15.

Dan untuk penanganan jalan di Benteng Kurung Kec VII Koto Ilir tidak jadi,”ucap Nusa.

Kemudian Nusa juga menuturkan, untuk progres pinjaman dana tersebut mereka PT SMI akan memproses Readiness Criteria (RS) dan kita sudah sampaikan yang nantinya akan dinilai oleh beberapa Kementerian, seperti Kemendagri, Kementan Investasi serta Kemenkeu, dan Feasibility Study (FS) proposal kita bakal di nilai, kalau clear baru di tandatangan kontraknya.

” Nusa menyakini, sekarang posisinya mereka menilai proposal itu, paling awal bulan April 2026 ini keputusannya mungkin selambat-lambatnya di pertengahan April. (Adl)