Breaking News

Lambannya Respons Penegak Hukum. Wakapolri Akui Warga Lebih Percaya Damkar daripada Polisi

Jakarta-icwpost I Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo dalam sebuah forum resmi yang membahas efektivitas pelayanan publik. Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka mengakui bahwa sebagian masyarakat kini lebih memilih melapor ke pemadam kebakaran (Damkar) dibandingkan ke kepolisian karena dianggap lebih cepat merespons. Jum’at,(21/11).

Pengakuan yang disampaikan secara lugas itu sontak menjadi sorotan publik dan segera menyulut gelombang reaksi dari berbagai kalangan, terutama di media sosial. Banyak netizen menilai bahwa pernyataan tersebut justru memperlihatkan kelemahan serius dalam sistem layanan kepolisian, terutama terkait lambannya respons terhadap laporan masyarakat.

Warganet langsung memenuhi lini masa dengan komentar pedas. Beberapa di antara mereka menuliskan bahwa fenomena ini bukan hal baru, melainkan sudah menjadi keluhan bertahun-tahun yang tak kunjung diatasi. 

“Kalau kebakaran hati masyarakat, mungkin Damkar juga yang lebih cepet,” tulis salah satu pengguna dengan nada satir. Ada pula yang menyindir bahwa masyarakat kini merasa lebih aman menunggu mobil Damkar dibanding menunggu polisi yang sering dianggap tidak hadir ketika dibutuhkan cepat.

Sejumlah komentar keras lainnya bahkan menyebut pengakuan tersebut sebagai bentuk “tamparan internal” bagi institusi kepolisian. Mereka menuntut adanya evaluasi menyeluruh dan pembenahan radikal terhadap sistem pelayanan publik Polri, khususnya dalam penanganan laporan darurat yang sering kali dianggap memerlukan kecepatan dan kehadiran langsung di lapangan.

Dalam diskusi publik yang semakin memanas, berbagai pengamat kebijakan publik ikut angkat suara. Mereka menilai bahwa respons Wakapolri meski pahit setidaknya menunjukkan kesadaran institusi akan masalah yang sedang mereka hadapi.

Di sisi lain, sejumlah petugas Damkar justru menyampaikan bahwa mereka sering menerima laporan yang sebenarnya bukan domain mereka, seperti cekcok warga hingga kehilangan barang. Menurut mereka, fenomena itu justru menegaskan bahwa masyarakat sedang mencari institusi yang cepat dan bisa diandalkan, apa pun lembaganya.

Pengakuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo
ini juga memunculkan pembahasan lebih luas mengenai kualitas layanan lembaga negara. Banyak pihak berharap momen ini menjadi pendorong bagi Polri untuk memperbaiki sistem respons cepat, penanganan aduan, serta keterbukaan terhadap kritik publik.

Hingga kini, pernyataan tersebut masih ramai diperbincangkan dan menjadi salah satu topik yang terus memicu perdebatan panas di media sosial. Red01/ril