Ragam  

Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan: Netralitas Pemilu Bukan Sekadar Slogan

Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan: Netralitas Pemilu Bukan Sekadar Slogan
Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan, Ratno Afandi. (Foto: Ist)

Padangsidimpuan-ICWPost | Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan, Ratno Afandi, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), akan pentingnya menahan diri dari godaan dan iming-iming yang dapat merusak netralitas dan integritas.

Terlebih kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan seorang Komisioner KPU Padangsidimpuan yang mengguncang publik. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan integritas penyelenggara Pemilu yang seharusnya menjaga integritas dan netralitas dalam proses demokrasi.

Ratno Afandi dalam tanggapannya terhadap skandal ini dengan tegas mengungkapkan, agar ASN dan Penyelenggara Pemilu harus bersikap netral dan berintegritas.

“Kita harus tetap menjaga netralitas dan integritas dalam setiap tahapan Pemilu, bukan sekadar slogan saja, tetapi merupakan prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu,” tegasnya.

Ratno Afandi juga menekankan bahwa kejadian ini harus dijadikan pembelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu. Tanpa netralitas dan integritas yang terjaga, proses demokrasi tidak dapat berjalan dengan baik dan adil.

Selaku Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan, Ratno menegaskan kepada jajarannya untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam praktik-praktik yang melanggar aturan. Integritas dan transparansi harus dijaga dengan sungguh-sungguh, agar masyarakat memiliki kepercayaan penuh terhadap proses Pemilu.

“Menyikapi kejadian ini, Bawaslu Kota Padangsidimpuan akan meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggara Pemilu. Langkah-langkah pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran harus ditingkatkan, agar kepercayaan masyarakat terhadap proses Pemilu tetap terjaga,” ujarnya.

Tak bosan ia mengingatkan, bahwa setiap tindakan yang melanggar prinsip ini harus ditindak dengan tegas, demi menjaga keadilan dan kepercayaan publik.

“Dalam menghadapi tantangan dan godaan yang mungkin muncul, kami mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama dalam menjaga netralitas dan integritas. Hanya dengan kerjasama yang baik, proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan adil,” terangnya kepada wartawan. * Icw-MY/ril