Dampak Hujan Deras, 2 Kecamatan di Rendam Banjir

Deliserdang.icwpost.id

Diperkirakan tujuh ribuan rumah terendam banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Deliserdang, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Deliserdang pada Selasa (14/11/) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB. Selain rumah merendam rumah-rumah warga, sejumlah ruas jalan provinsi juga longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang, Amos Karokaro, mengatakan, yang terparah banjir di wilayah Kecamatan Batangkuis. Disebutkannya, ada 11 desa terdampak di Batangkuis. “Sebanyak 5.868 rumah terendam banjir di 11 desa di Batangkuis. Dengan yang terdampak sebanyak 28.472 jiwa. Sudah kita dirikan 4 posko pengungsian dan 3 dapur umum untuk Batangkuis,” kata Amos.

Selain Batangkuis, tambah Karokaro, Kecamatan Tanjungmorawa juga terdampak banjir. Untuk Desa Tanjungmorawa B, yang terdampak banjir yaitu Dusun II dengan 64 jiwa, Dusun III sebanyak 216 jiwa dan Dusun V yang terdampak SD Negeri. Kemudian, Desa Tanjungmorawa A yang terdampak di Dusun I, yaitu Gang Merak 120 jiwa, Gang Melayu 35 jiwa, Gang Pribadi 160 jiwa, Gang Setia 160 jiwa, Gang Sentosa 60 jiwa dan Gang Sejahtera 140 jiwa.

“Untuk Tanjungmorawa sudah kita dirikan 2 posko pengungsian,” tutur Amos. Selain dua kecamatan tersebut, tambah Amos, Kecamatan STM Hilir juga terdampak banjir. Namun, di kecamatan itu tidak ada rumah warga yang terdampak, melainkan jalan provinsi.

“Di Kecamatan STM Hilir yang terdampak di Desa Gunung Rintih. Titik longsor terdapat pada jalan provinsi jurusan Talun Kenas-Tiga Juhar dan Jembatan Batas Desa Gunung Rintih. Kemudian di Desa Siguci terdampak jalan provinsi Talun Kenas-Tiga Juhar di Dusun 6 Penggaruten,” terang Amos.

Camat Batangkuis, Romi Surya Dharma saat dikonfirmasi mengatakan, dari pendataan yang dilakukan pihaknya, terdapat 5.868 unit rumah warga di wilayahnya yang kebanjiran.

Dikatakan, hampir seluruh desa mengalami kejadian tersebut. Untuk yang paling parah terjadi di Desa Tanjung Sari, Sugiarjo dan Bintang Meriah. “Merata ini (tiap desa). Total saat ini ada 5.868 unit rumah yang terendam. Ketinggiannya paling tinggi 40 cm. Kalau sekolah kami belum data, karena ini yang didata masih rumah dulu untuk bisa dapat bantuan dari BPBD,” kata Romi. (Red01/ril))