Medan  

Bawa Keu Ke Polrestabes Medan. Pengaduan Wangsa Sudah Berusia 4 Thn dan Belum Ada Kejelasan Hukum

Medan.icwpost.id
Wangsa membawa kue itu memberikan pesan jika kasus yang dilaporkan istrinya sudah berulang tahun keempat kali, namun belum juga diselesaikan. Kue yang dibawanya itu bahkan dilengkapi dengan empat batang lilin.
“Saya mau kasih kue ulang tahun ke penyidiknya. Sudah empat tahun istri saya membuat laporan ke Polrestabes Medan tapi tersangka belum ditangkap-tangkap,” kata Wangsa, Jumat (10/3).
Wangsa mengatakan laporan dugaan penipuan dan penggelapan sudah dilayangkan istrinya pada tahun 2019 yang lalu. Laporan itu bernomor LP/528/III/2019/SPKT Restabes Medan dengan terlapor berinisial S.
Kasus yang dilaporkan itu, kata Wangsa, berawal saat istrinya diminta bantuan modal untuk menjalankan bisnis oleh terlapor S. Istrinya pun memberikan bantuan itu karena menilai S rajin bekerja.
“Jadi tepat 8 Maret tahun 2019 istri saya membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan perkara penipuan dan penggelapan,” tambahnya.
“Dia tidak memberitahu jelas bisnis onlinenya apa. Cuma S menjanjikan ke istri saya pasti akan mendapatkan untung, artinya terima bersih,” sebutnya.
Dalam proses itu, sebut Wangsa, S meminta fotokopi KTP dan kartu kredit untuk proses pendaftara bisnis kepada istrinya. S mengaku akan mengembalikannya selama dua hari.
Bukan dikembalikan, S ternyata mengambil uang menggunakan kartu kredit milik istri wangsa sebesar Rp 30 juta. Istri Wangsa pun marah, tapi S menjawabnya dengan memberikan janji akan segera mengembalikannya.
Terbuai dengan janji manis S, istri dari Wangsa pun memberikan kartu kredit lain serta beberapa barang berharga. Namun uangnya tak kunjung kembali dan tak ada keuntungan.
“Jadi dia itu selalu meminta modal ke istri saya dengan janji nanti akan membalikkan uang yang sebelumnya dipakai. Kalau tidak, uang istri saya sebelumnya bisa hangus. Ya terpaksa istri saya berikan,” tuturnya.
Hal itu yang membuat istri dari Wangsa membuat laporan ke polisi. Kini, S diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun belum ditangkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan memang benar istri dari Wangsa membuat laporan pada tahun 2019. Laporan itu sempat dihentikan, namun pelapor mengajukan praperadilan.
“Jadi pada tahun 2021 perkara itu pernah dihentikan. Pelapor sempat melakukan praperadilan dan putusannya perkara itu dilanjutkan tahun 2022,” kata Fathir.
“Terakhir pada Februari 2023, S sudah ditetapkan jadi tersangka,” tambahnya.
Terkait aksi yang dibuat oleh Wangsa itu, Fathir mengatakan pihaknya tidak bisa memaksa untuk menahan orang karena ada prosedur yang harus dilakukan. Dia pun menilai jika tindakan Wangsa itu untuk mencari sensasi. Sekarang kita fokus memajukan berkas perkara, bukan menahan orang,” tutupnya. (Red01/ril)