Jambi.icwpost.id
Kontroversi studi tiru Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Tebo, yang tidak mendapatkan restu.Penjabat (PJ) Bupati Tebo dan mendapat kritik oleh Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tebo Sapro Malisi, ada fakta baru yang menarik.
Dari, hasil pengumpulan data di lapangan, ternyata camat yang ikut serta dalam perjalanan studi tiru PABPDSI Kabupaten Tebo ke Jogjakarta itu gratis, tidak dipungut biaya oleh EO yang menjadii partner pemberangkatan “oh itu iya naik bus putra remaja gratis ” ujar tuslam , camat rimbo bujang, selanjutnya media ini menanyakan apakah pemberian gratis ini merupakan upaya agar camat merestui kegiatan studi tiru ini dan melancarkan proses pencairan dananya melalui pesan Whatsapp tuslam hanya menjawab singkat ” keliru dan enak wae” ketika ditanyakan lagi sebenarnya seperti apa ? Tidak ada jawabam dari tuslam, pesan wa seketika hanya centang satu.
Dikonfirmasi terpisah dengan pertanyaan yang sama Camat Rimbo Ulu Joko Kisworo, enggan berkomentar banyak. Untuk persoalan ini dia mengarahkan untuk bertanya langsung dengan panitia studi tiru PABPDSI Kabupaten Tebo ke Jogjakarta.
“Langsung tanya kepada ketua pabpdsi selaku penyelenggara njeh”, singkat Joko dikonfirmasi via ponselnya pada 02/08 (adl)







