Deliserdang-icwpost I Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali memutus urat nadi peredaran narkoba di Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7). Sebuah markas rahasia yang tersembunyi di tengah perkebunan digerebek setelah polisi mendeteksi adanya aktivitas transaksi sabu yang kembali bergeliat.
Sarang narkoba ini tergolong rahasia dan memiliki sistem keamanan tersendiri. Para memasang pelaku kejahatan CCTV di berbagai sudut tersembunyi termasuk di pepohonan sebagai sistem peringatan dini (early warning system), jika ada polisi yang datang. Benar saja, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri ke dalam perkebunan yang rimbun begitu melihat pergerakan petugas melalui layar monitor.
Namun, pengungsi mereka tidak sepenuhnya mulus. Dua pemuda, MO (19) dan A (22), berhasil dibekuk di tempat.
”Modusnya seolah-olah rumah warga biasa, tapi dijaga ketat oleh CCTV. Aksesnya pun sulit, harus lewat persawahan dan gang sempit,” ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Kamis (9/7).Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga menyiapkan paket sabu siap edar dan puluhan alat isap.
Sebagai langkah sterilisasi, polisi langsung membakar habis seluruh barak di lokasi agar tidak bisa digunakan lagi oleh jaringan pengedar. AKBP Rafli memastikan kawasan Sei Mencirim kini dalam pengawasan ketat dan meminta masyarakat tidak kendor dalam menolak narkoba.
“Lokasi ini menjadi pantauan kami, dan agar mencegah hal serupa kembali terulang, seluruh barak yang ada kami hancurkan dan kami bakar. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang mendukung kami dan berpartisipasi aktif dalam memberantas narkoba di tempat ini. Karena tugas kami menindak, dan masyarakat berani harus harus segala bentuk peredaran narkoba,” jelas Rafli. Red01/ril







