Breaking News
Aceh  

Saat Buka Konferensi PGRI ke-23 Aceh Tamiang, Wabup Aceh Tamiang Katakan Ini

Aceh Tamiang-icwpost I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tamiang laksanakan konferensi ke-23 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Ismail, S.E.i., bertempat di FN Cafe Desa Dalam, Karang Baru, Sabtu, (26/4)

Wabup Ismail dalam amanat dan sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif PGRI Aceh Tamiang dinilai telah berkontribusi signifikan bagi daerah, khususnya sejak masa bencana hingga proses pemulihan saat ini.

Wabup Aceh Tamiang menegaskan bahwa keberadaan PGRI menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan dan mewujudkan lahirnya para generasi bagi daerah berjuluk Bumi Muda Sedia.

Menanggapi usulan terkait penggunaan atribut batik bagi guru, Wabup menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperbolehkan para guru mengenakan pakaian batik pada hari Rabu.

“Pada hari Rabu mendatang, silakan Bapak/Ibu mengenakan baju batik guru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi tenaga pendidik, khususnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Wabup Ismail mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembayaran honorarium PPPK paruh waktu.

Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa kondisi tersebut belum ideal, namun tetap berupaya memberikan solusi terbaik secara bertahap.

Wabup Aceh Tamiang, diketahui mantan Anggota DPRK Aceh Tamiang 3 Periode itu meminta para guru PPPK paruh waktu untuk bersabar dan menerima kondisi saat ini sembari menunggu kebijakan yang lebih baik ke depan.

“Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan akan terus bersinergi mencari solusi agar kesejahteraan guru dapat terpenuhi,” kata Ismail, S.E.i..

Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan guru melalui dukungan Forkopimda.

Ismail mengingatkan pentingnya aspek legalitas, proporsionalitas dan penyesuaian lingkungan kerja dalam pelaksanaan tugas.

Selain itu, Wabup Ismail mengajak PGRI untuk terus bersinergi mendukung pembangunan daerah serta berharap konferensi ini menghasilkan rumusan strategis bagi kesejahteraan guru dan kemajuan daerah, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, menyampaikan bahwa PGRI telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh dan Sumatera Utara, serta menegaskan posisi PGRI sebagai mitra pemerintah.

Al Munzir juga berharap adanya surat edaran terkait penggunaan batik Korpri pada hari Rabu dan hari besar nasional.

Ketua PGRI Aceh Tamiang, Nurdin, S. Pd., M.M., melaporkan capaian organisasi, seperti pembentukan kepengurusan di 12 kecamatan, pendataan anggota, serta berbagai program kegiatan.

Nurdin, S. Pd., M.M., juga mengungkapkan peran PGRI dalam penanganan bencana melalui pendirian posko dan penyaluran bantuan kepada guru, siswa, dan masyarakat.

Konferensi ini diharapkan melahirkan kepengourusan baru yang mampu mewujudkan “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” serta memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Kepala Dinas Dayah, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Tamiang, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, para kepala sekolah, serta dewan guru. SAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *