Breaking News
Aceh  

Danrem Putra Asli Aceh Tegas dan Berani Bubarkan Aksi Sekelompok Orang Pembawa Bendera GAM

Banda Aceh-icwpost I Kolonel Inf Ali Imran adalah Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa yang saat ini menjabat.  Beliau dikenal sebagai salah satu putra asli Aceh yang memiliki karier militer cemerlang, termasuk latar belakang di pasukan elite Kopassus.  Danrem Putra Asli Aceh Yang Tegas dan Berani bertindak tegas kepada Sekelompok Tak bertanggung jawab Pembawa Bendera GAM, kondisi Aceh berduka bukan bantu mengurus bencana banjir deras kepada masyarakat.

​Berikut adalah profil singkat mengenai sosok beliau ​Asal: Putra asli Aceh, lahir di Banda Aceh pada 9 Juni 1978. Pendidikan Militer: Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000. Rekor: Saat dilantik pada April 2024, beliau tercatat sebagai salah satu Danrem termuda di Indonesia. ​Jejak Karier

​Sebelum menjabat sebagai Danrem 011/Lilawangsa yang bermarkas di Lhokseumawe, beliau memiliki rekam jejak panjang di satuan-satuan strategis: Pasukan Elite: Lama bertugas di Korps Baret Merah (Kopassus). Intelijen & Pengamanan: Pernah bertugas di Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) dan BAIS TNI (Badan Intelijen Strategis).

​Teritorial: Pernah menjabat sebagai Dandim 0506/Tangerang. Jabatan Terakhir: Sebelum menjadi Danrem, beliau menjabat sebagai Kepala PII Pusintelad (Pusat Intelijen Angkatan Darat). Aktivitas Terkini (Desember 2025)

​Dalam konteks situasi bencana saat ini, Kolonel Ali Imran sangat aktif memimpin penanggulangan bencana di wilayah kerjanya. Baru-baru ini (sekitar 22 Desember 2025), beliau dilaporkan turun langsung menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di wilayah Sawang, Aceh Utara dan sekitarnya.

​Beliau dikenal tegas dalam menginstruksikan jajarannya (Kodim-Kodim di wilayah pantai timur-utara Aceh) untuk siaga penuh membantu evakuasi warga dan pembersihan material longsor di jalur-jalur vital seperti Jalan Nasional Bireuen-Takengon.

​Sebagai “Putra Aceh”, kepemimpinannya sering mendapat apresiasi karena pendekatan yang komunikatif dengan tokoh-tokoh lokal dan respons cepatnya terhadap isu-isu di wilayah Aceh.  Sehingga berita ini ditayang berdasarkan fakta-fakta menarik perhatian public. Red01/ril