Madina-icwpost I Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Bintang Sembilan Mandailing Natal (GMBS MADINA) menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor Kampus STAIN Madina atau di Kampus Lama, pada Rabu, (16/10).
Mahasiswa mendatangi Kantor dengan membawa beberapa pengeras suara, kertas manila dan kain yang bertuliskan tuntutan Mahasiswa dalam aksi tersebut, diantaranya “Program KIP Bukan Untuk Kerabat Dekat”, “Mahasiswa Terlambat Tidak Boleh Masuk Dosen Yang Terlambat Bagaimana”, dan juga bertuliskan meminta turunkan Ketua STAIN Madina Karena diduga menyalahgunakan jabatannya.
Karena telah lama menunggu perwakilan dari STAIN Madina untuk menjawab pernyataan sikap Mahasiswa, akhirnya mereka membakar Ban sebagai bentuk kekesalan mereka.
Mahasiswa juga menempelkan Kertas Tuntutan di dinding Kantor Kampus STAIN Madina, Ketika hendak menempelkan di dekat pintu masuk kantor Kampus, terlihat terjadi kesalahpahaman antara Mahasiswa dengan petugas Kampus, sehingga terjadi aksi saling mendorong dan hampir terjadi perkelahian.
Sebelum bubar Mahasiswa sempat membaca Pernyataan Sikap mereka, dan mereka bubar tanpa mendengar tanggapan dari Pihak Kampus STAIN Madina.
Wakil Ketua I STAIN Madina, Dedi Syahputra, yang sempat meninjau aksi tersebut, Ketika dikonfirwasi ICW Post, mengatakan dirinya sedang rapat di lantai atas Ketika aksi tersebut sedang berlangsung.
Ketika diminta tanggapan terkait pernyataan sikap Mahasiswa tentang anggaran Organisasi Mahasiswa Intra Kampus yang tidak terealisasi dengan sempurna, dan juga tentang Mahasiswa yang mendapat KIP diduga tidak sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Dedi Syahputra mengatakan itu berada di urusan Wakil Ketua III.
Ketika diminta tanggapan terkait pernyataan sikap Mahasiswa tentang Anggaran Pembangunan Gedung kuliah terpadu dan Gedung auditorium yang diduga tidak adanya pamphlet rincian anggaran biaya yang dapat diakses public, dan juga adanya dugaan Bahan Material ilegal dalam Pembangunan Gedung kuliah terpadu dan Gedung auditorium. Dedi Syahputra mengatakan dirinya sebagai Wakil Ketua I tidak tahu, bahkan dirinya tidak pernah berjumpa dengan Kontraktor bangunan tersebut.
Ketika ditanyakan keberadaan Ketua STAIN Madina, Sumper Mulia Harahap, Dedi Syahputra mengatakan Ketua lagi ada pertemuan di Jakarta. Ketika ditanya Dimana Ketua STAIN Madina Tinggal, Dedi Syahputra mengatakan Ketua STAIN Madina tinggalnya di Padang Sidempuan. (IHN)







